Habib Muchdar Assegaf : Kritik Oknum Pejabat” Rakyat Butuh Bukti, Bukan Janji!

oleh -64 Dilihat
oleh

Jakarta –

Delikkasus13.com.-
Fenomena menurunnya integritas dan moralitas sebagian oknum pejabat kembali menjadi sorotan publik. Pemerhati kebijakan publik dan hukum, sekaligus Dewan Pengawas organisasi antikorupsi WRC, Habib Muchdar Assegaf, menyampaikan kritik keras terhadap perilaku sejumlah pejabat yang dinilai telah mengabaikan nilai kejujuran, amanah dan tanggung jawab kepada rakyat” Ungkapnya 9/6/26.

Menurut Habib Muchdar, ketika kebohongan dijadikan alat untuk mempertahankan kekuasaan atau jabatan, maka akan terbentuk lingkaran yang saling melindungi demi kepentingan tertentu” Seorang pembohong akan dibela para pendusta, dikelilingi para penjilat, disanjung para pengkhianat, dan didoakan para munafik.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi atas kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai persoalan kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara, dimana Habib Muchdar menilai bahwa kebohongan yang dibiarkan berkembang dapat melahirkan budaya pembenaran di mana fakta dikalahkan oleh kepentingan dan kebenaran dikorbankan demi mempertahankan kekuasaan.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam kejujuran dan keberanian mengakui kesalahan, namun Sebaliknya, ketika pemimpin lebih memilih mempertahankan citra daripada memperjuangkan kebenaran, maka lingkungan di sekitarnya akan dipenuhi oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan pribadi.

Habib Muchdar juga mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan banyak pemimpin jatuh bukan karena kritik dari rakyat, melainkan karena dikelilingi oleh orang-orang yang terus memuji dan menutupi kesalahan mereka.

“Bangsa yang besar membutuhkan pemimpin yang berani mendengar kebenaran, bukan hanya senang mendengar pujian, sebab rakyat membutuhkan keteladanan, bukan sandiwara politik,” tegasnya.

Lebih lanjut Dewan Pengawas WRC” Habib Muchdar Hasan Assegaf, mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan nilai kejujuran, integritas dan budaya malu sebagai fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Menurutnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral para pemimpinnya. (*)

Editor: Gunawan AWDI


jasa pembuatan website makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.